Tentara Mesir terlihat tak peduli pada kehormatan wanita bangsanya sendiri. Abaya wanita ini ditarik hingga nyaris telanjang, sudah terlihat pingsan, tapi masih dikeroyok, digebuki dan ditendang dengan sepatu militer di bagian dadanya.

Sejak Jumat lalu kekerasan kembali meletus di Kairo, terutama di Tahrir Square sebagai episentrum demonstran. Dilaporkan sekurangnya 10 orang tewas dan 500 lainnya cedera akibat tindak kekerasan pasukan keamanan. Hingga hari ini sebanyak 180 demonstran telah ditangkap.
Ashton mendesak semua pihak untuk tenang dan mengendalikan diri, sekaligus sangat mengecam penggunaan kekerasan terhadap demonstran damai. “Hukum dan ketertiban harus ditegakkan dengan cara menghormati hak asasi manusia. Pasukan keamanan harus melindungi hak semua warga negara untuk demonstrasi damai, bebas berkumpul dan berekspresi,” imbuh Ashton, yang juga merangkap sebagai Wakil Presiden Komisi Eropa.
Ditegaskan juga bahwa pemerintah harus mengambil tindakan segera untuk menghentikan bentrokan. “Saya mendorong mereka untuk cepat memulai penyelidikan independen dan membawa mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan ke pengadilan. Mesir sedang dalam proses transformasi penting dan sulit. Proses pemilu demokratis harus dilanjutkan dalam lingkungan aman dan transparan,” demikian Ashton. [ruanghati.com]

0 Bacotan:
Posting Komentar
hey , no SARA oke :)